<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5217347215872095736</id><updated>2012-02-17T07:37:48.558+07:00</updated><category term='Artikel'/><category term='Sejarah Madura'/><category term='Keradjaan Madura'/><category term='PemiluKada'/><category term='Joke Madura'/><category term='Seni Budaya'/><title type='text'>Blog"M"</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://cacacolomadurapunya.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5217347215872095736/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cacacolomadurapunya.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Madura for Indonesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16105240677414900703</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>10</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5217347215872095736.post-3373081896096317702</id><published>2010-05-15T23:06:00.006+07:00</published><updated>2010-05-16T12:00:29.884+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Keradjaan Madura'/><title type='text'>Panembahan Notokusumo I</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_ZI37dO2wkbs/S-7HDAdU1zI/AAAAAAAAATw/t6H0VyXH_IA/s1600/panembahan+noto+kusumo+I.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 213px; height: 262px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_ZI37dO2wkbs/S-7HDAdU1zI/AAAAAAAAATw/t6H0VyXH_IA/s320/panembahan+noto+kusumo+I.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5471529451778266930" /&gt;&lt;/a&gt; sore-sore nganggur gak ada kerjaan, saya buka lagi gambar-gambar foto yang saya download sebelummya di facebooknya oreng madura, diantara puluhan foto tentang madura, ada yang menarik perhatian untuk di simak dan di amati benar atau tidaknya, ya, "madura tempoe dulu" foto itu yang menarik perhatian saya, diantara foto-foto tersebut ada tulisan "tropenmuseum" sebagi sumbernya, iseng-iseng saya buka lagi link tersebut, ternyata itu link dari museum yang ada di Belanda, disana pulalah saya mendapatkan koleksi foto-foto madura tempo dulu, salah satu diantaranya adalah foto Raja Sumenep yaitu Panembahan Somala dengan gelar Panembahan Notokusumo I bersama rombongannya , Panembahan Notokusumo I adalah putra dari Bendoro Saut yang bergelar R.T. Tirtonegoro yang juga Raja sumenep ke-30 . Panembahan Notokusumo  I menggatikan pemerintahan ayahandanaya pada tahun 1762 sesuai dengan wasiat dari Ratu Tirtonegoro. Beberapa kejadian penting terjadi pada pemerintahan Panembahan Notokusumo I, diantaranya : Pemisahan kabupaten panarukan dari daerah Sumenep, yang pada awal mulanya panarukan masuk kedalam kekuasaan kerajaan Madura, Kejadian yang lain yang tak akan terlupakan yaitu pembangunan keraton Sumenep dan Masjid Jami' Sumenep pada tahun 1763. Pada tahun 1810, Panembahan Somala diminta datang oleh kompeni ke Semarang untuk ikut serta menjaga daerah pesisir sehubungan dengan timbunya peperangan antara belanda dan Inggris. &lt;br /&gt;Nah, kemungkinan foto diatas diambil pada saat Panembahan Sumolo diundang oleh kompeni ke Semarang.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5217347215872095736-3373081896096317702?l=cacacolomadurapunya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cacacolomadurapunya.blogspot.com/feeds/3373081896096317702/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cacacolomadurapunya.blogspot.com/2010/05/panembahan-notokusumo-i.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5217347215872095736/posts/default/3373081896096317702'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5217347215872095736/posts/default/3373081896096317702'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cacacolomadurapunya.blogspot.com/2010/05/panembahan-notokusumo-i.html' title='Panembahan Notokusumo I'/><author><name>Madura for Indonesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16105240677414900703</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_ZI37dO2wkbs/S-7HDAdU1zI/AAAAAAAAATw/t6H0VyXH_IA/s72-c/panembahan+noto+kusumo+I.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5217347215872095736.post-5386967229419283203</id><published>2010-05-15T22:09:00.007+07:00</published><updated>2010-05-16T12:23:15.375+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Seni Budaya'/><title type='text'>Ketoprak, Lundruk, Adjhing, teater rakyat di tengah perkembangan zaman</title><content type='html'>Malam minggu tak sengaja buka radio streaming RRI sumenep pro 1, eh ternyata lagi programnya kesenian ludruk berbahasa Madura, iseng-iseng saya coba dengarkan sejenak, wah, menarik juga ternyata. hayalan saya tentang tingkah laku pemainnya dan rasa keingin tahuan saya tentang apa itu ludruk mulai muncul di pikiran, tanpa buang waktu saya coba browsing, eh ternyata saya lupa kalau di laci meja ada buku tentang "Aneka Ragam Kesenian Sumenep" ternyata ada penjelasan tentang ludruk itu sendiri. Berikut isi dari buku tersebut mengenai ludruk atau adjhing (dalam bahasa Madura): &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ludruk atau ketoprak adalah pertunjukan tater musikal tanpa topeng, terminologi yang digunakan berubah-ubah. lodruk atau ketoprak berasal dari bahasa jawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di jawa istilah ketoprak saat ini mengacu pada suatu jenis pertunjukan teater musikal tanpa topeng, yang menggabungkan narasi dan nyanyian serta diiringi musik gamelan.&lt;br /&gt;ketoprak terdapat di seluruh pulau jawa, tetapi konon berasal dai daerah Jawa Tengah. Menurut suatu hipotesis asal-usulnya adalah "raket" yaitu suatu jenis pertunjukan   pendek tanpa topeng yang pada mulanya berdasarkan nyayian dan tarian sewaktu menumbuk padi. Namun kira-kira pada abad ke 14 dijadikan tarian keraton. dan pada abad ke 19 ketoprak muncul sebagai genre pertunjukan teater tersendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut sebagian besar penulis, istilah ketoprak diperkirakan dari tiruan bunyi " prak, prak,prak" tiruan bunyi lesung yang digunakan sebagai pemberi isarat dalam pertunjukan teater dan tari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ludruk, teater musikal tanpa topeng, hanya terdapat di daerah jawa timur yang berasal dari Surabaya. ludruk  berasal dari badoot dan ludrug, yakni tari duet yang salah satu penarinya berbusana perempuan. dalam istilah moderen badoot adalah pelawak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istilah lainnya dari ludruk itu sendiri adalah adhjing, yaitu genre  drama madura yang paling awal, yang konon mendahului ludruk di madura. keberadaan adhjing di madura di masing-masing daerah mempunyai arti yang berbeda, menurut penduduk daerah Sumenep adhjing adalah pertunjukan yang bersifat doa pembawa kebaikan atau keagamaan yang diaminkan sekelompok laki-laki dan diiringi musik saronen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, dengan penjelasan tadi saya baru tahu, kalau ludruk di Madura tidak jauh berbeda dengan ludruk atau ketroprak yang ada di Jawa, hanya istilah nya yang berbeda, namun ada perbedaan mendasar yaitu pada pertujukannya, jika di pulau jawa untuk menghibur, ternyata di Madura untuk prosesi selamatan. ehm,,, betapa kanyanya budaya kita... bravo Madura&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eits, namun ada hal yang perlu saya tanyakan, masihkah anak muda zaman sekarang peduli terhadap kekayan budaya yang kita miliki ini?! tentunya ini kembali pada diri masing-masing.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5217347215872095736-5386967229419283203?l=cacacolomadurapunya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cacacolomadurapunya.blogspot.com/feeds/5386967229419283203/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cacacolomadurapunya.blogspot.com/2010/05/malam-minggu-tak-sengaja-buka-radio.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5217347215872095736/posts/default/5386967229419283203'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5217347215872095736/posts/default/5386967229419283203'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cacacolomadurapunya.blogspot.com/2010/05/malam-minggu-tak-sengaja-buka-radio.html' title='Ketoprak, Lundruk, Adjhing, teater rakyat di tengah perkembangan zaman'/><author><name>Madura for Indonesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16105240677414900703</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5217347215872095736.post-4326203107238678965</id><published>2010-04-28T10:20:00.001+07:00</published><updated>2010-04-28T10:38:11.348+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Seni Budaya'/><title type='text'>Tari Cangkelek Tembus Jawa Timur</title><content type='html'>&lt;div style="background:url() no-repeat;"&gt;SAMPANG - Satu lagi prestasi karya seni tari yang diraih civitas SMAN 2 Sampang. Setelah tenar dengan tarian Bako Mas yang sempat mengharumkan Sampang di 2009 dan sering tampil di even - even penting, SMAN 2 Sampang kini melahirkan tarian baru, Tari Cangkelek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tarian ini mendulang prestasi gemilang di Fesival Karya Tari Dan Lagu Pop Daerah Tingkat Jawa Timur. Dalam even yang digelar oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur tersebut, Sanggar Citra yang berada di bawah naungan SMAN 2 Sampang meraih tiga penghargaan sekaligus. Uakni dinobatkan sebagai Penyaji Unggulan kategori Karya Tari, Kategori Lagu Pop Daerah dan Kategori Yel - Yel Lagu Pop Daerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bukan hanya itu mas, kami juga dipercaya tampil dalam acara penutup," ujar Bambang Hariyanto, pelatih Sanggar Citra dengan nada bangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditanya mengenai nama Cangkelek, Bambang mengatakan bahwa nama tersebut diambil dari nama cawan jamu untuk dihidangkan ke tamu. "Cangkelek itu bahasa Madura yang berarti cawan. Itu yang menginspirasi saya untuk menciptakan tarian ini," tambahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala SMAN 2 Sampang A.G. Atuf mengaku ikut bangga atas prestasi yang diraih anak didiknya. "Yang jelas kami bangga bisa mengangkat nama Sampang di tingkat provinsi. Tapi ada satu kekurangannya. Kami masih belum punya fasilitas lengkap," ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut dia, pelatih tari hanya menggunakan peralatan musik yang bukan milik SMAN 2 Sampang. Sebagian alat musik dipinjam ke Dewan Kesenian (DK) Sampang. Koran ini sempat diajak ke gudang penyimpanan peralatan musik milik SMAN 2 Sampang. "Alat - alat ini semuanya buatan sendiri. Yang penting bunyinya sesuai dengan yang diinginkan. Untuk perangkat gamelan karawitan, kita terpaksa pinjam ke DK," ujar Ipung - sapaan A.G. Atuf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia mengharap dukungan dari semua pihak, terutama pemerintah untuk ikut memperhatikan Sanggar Citra binaannya. "Harapan kami kepada pemerintah hanya satu, yaitu dukungannya terkait peralatan musik yang kami perlukan. Itu agar prestasi ini dapat kita tingkatkan. Kita tidak akan bisa maju kalau pemerintah tidak mendukung," ujarnya. (fei/lah/ed)&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Radar Madura&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5217347215872095736-4326203107238678965?l=cacacolomadurapunya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cacacolomadurapunya.blogspot.com/feeds/4326203107238678965/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cacacolomadurapunya.blogspot.com/2010/04/tari-cangkelek-tembus-jawa-timur.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5217347215872095736/posts/default/4326203107238678965'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5217347215872095736/posts/default/4326203107238678965'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cacacolomadurapunya.blogspot.com/2010/04/tari-cangkelek-tembus-jawa-timur.html' title='Tari Cangkelek Tembus Jawa Timur'/><author><name>Madura for Indonesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16105240677414900703</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5217347215872095736.post-20966689129773546</id><published>2010-04-28T09:01:00.000+07:00</published><updated>2010-04-28T09:03:03.447+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PemiluKada'/><title type='text'>KPU TETAPKAN NOMOR URUT PASANGAN CALON PILKADA SUMENEP</title><content type='html'>Anggota KPU Sumenep, menetapkan nomor urut 8 pasangan calon yang maju pada Pemilu Kepala Daerah (Pilkada) setempat, pada Selasa (27/04) pagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua KPU Sumenep, Thoha Shamadi, ST, MH mengatakan, pengambilan nomor urut tersebut dilakukan sendiri oleh masing-maisng pasangan calon dalam rapat pleno terbuka dengan agenda penetapan nomor urut pasangan calon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Penetapan nomor urut ini merupakan bagian dari tahapan Pilkada Sumenep 2010. Selain itu, kami juga telah mengeluarkan surat keputusan tentang penetapan nomor urut pasangan calon,”kata Thoha, pada wartawan di kantor KPU Sumenep, Selasa (27/04).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesuai pengambilan nomor urut yang dilakukan pasangan calon sendiri dan selanjutnya ditetapkan oleh KPU Sumenep, yakni pasangan Azasi Hasan-Dewi Khalifah mendapat nomor urut 1, kemudian A. Busyro Karim-Sungkono Siddik bernomor urut 2, Malik Effendi-Rahmad bernomor urut 3, R. Bambang Mursalin- M. Saleh Abdullah bernomor urut 4.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian M. Samaruddin Toyyib-Abdul Kadir bernomor 5, M. Kafrawi-Djoko Sungkono bernomor urut 6, Ilyasi Siraj-Rasik Rahman bernomor urut 7 dan Sugianto-M. Muhsin Amir bernomor urut 8.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rapat pleno terbuka KPU Sumenep dengan agenda penetapan nomor urut pasangan calon dihadiri oleh anggota KPU Provinsi Jawa Timur, anggota KPU tiga kabupaten lainnya di Madura, kemudian unsur Muspida Sumenep diantaranya Ketua DPRD Sumenep, Imam Hasyim dan Kapolres AKBP Pri Hartono Eling Lelakon, serta 3 anggota Panitia Pengawas (Panwas) Pilkada Sumenep. [News Room]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5217347215872095736-20966689129773546?l=cacacolomadurapunya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cacacolomadurapunya.blogspot.com/feeds/20966689129773546/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cacacolomadurapunya.blogspot.com/2010/04/kpu-tetapkan-nomor-urut-pasangan-calon.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5217347215872095736/posts/default/20966689129773546'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5217347215872095736/posts/default/20966689129773546'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cacacolomadurapunya.blogspot.com/2010/04/kpu-tetapkan-nomor-urut-pasangan-calon.html' title='KPU TETAPKAN NOMOR URUT PASANGAN CALON PILKADA SUMENEP'/><author><name>Madura for Indonesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16105240677414900703</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5217347215872095736.post-2836550252717212254</id><published>2010-04-26T18:45:00.000+07:00</published><updated>2010-04-26T18:49:20.162+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PemiluKada'/><title type='text'>PASANGAN MAHBUB ILAHI-HASAN BASRI TIDAK LOLOS PILKADA SUMENEP</title><content type='html'>Sebanyak 8 bakal pasangan calon pada Pemilu Kepala Daerah (Pilkada) Sumenep, dinyatakan berhak maju sebagai pasangan calon. Sedangkan, satu bakal pasangan calon dari perseorangan, yakni pasangan Mahbub Ilahi-Hasan Basri yang sebut “MaHa”, dinyatakan gugur sebagai peserta Pilkada oleh KPU Sumenep.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penetapan pasangan calon Pilkada itu, dilakukan pada hari Senin (26/04), dengan diantarkan pada masing-masing tim pemenangan 9 bakal pasangan calon dan juga ditempel di papan pengumunan KPU Sumenep.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggota KPU Sumenep, Jazuli Muthar mengatakan, penetapan pasangan calon Pilkada itu, sesuai hasil rapat pleno anggota KPU setempat, yang memutuskan satu bakal pasangan calon perseorangan tidak memenuhi syarat untuk ditetapkan sebagai peserta Pilkada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bakal pasangan calon perseorangan Mahbub-Hasan atau “MaHa” dinyatakan tidak berhak maju sebagai pasangan calon pada Pilkada, karena hasil penelitian berkas persyaratan menyatakan ijazah setingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang digunakan bakal calon wakil bupati, yakni Hasan adalah ijazah lokal, sehingga ketika dimintakan legalisasi ke Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jember, ijazah tersebut tidak diakui,”kata Jazuli, pada wartawan dikantornya, Senin (26/04).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menjelaskan, dengan itu, peserta Pilkada Sumenep dinyatakan sebanyak delapan orang, dengan rincian lima pasangan calon dari koalisi partai politik dan 3 lainnya adalah pasangan calon perseorangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lima pasangan calon dari koalisi partai politik adalah Sugianto-M. Muhsin Amir yang diusung Partai Persatuan Pembangunan dan Partai Demokrasi Pembaruan, Azasi Hasan-Dewi Khalifah dari Partai Kebangkitan Nasional Ulama dan Partai Bulan Bintang, A. Busyro Karim-Sungkono Siddik dari Partai Kebangkitan Bangsa dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Bambang Muraslin-M. Saleh Abdullah dari gabungan 20 partai politk, dan Malik Effendi-Rahmad dari Partai Amanat Nasional dengan Partai Hati Nurani Rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara tiga pasangan calon perseorang, yakni M Samaruddin Toyyib-Abd. Kadir, M. Kafrawi-Djoko Sungkono, dan Ilyasi Siraj-Rasik Rahman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari “H” Pilkada Sumenep, diputuskan pada tanggal 14 Juni 2010. News Room,&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5217347215872095736-2836550252717212254?l=cacacolomadurapunya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cacacolomadurapunya.blogspot.com/feeds/2836550252717212254/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cacacolomadurapunya.blogspot.com/2010/04/pasangan-mahbub-ilahi-hasan-basri-tidak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5217347215872095736/posts/default/2836550252717212254'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5217347215872095736/posts/default/2836550252717212254'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cacacolomadurapunya.blogspot.com/2010/04/pasangan-mahbub-ilahi-hasan-basri-tidak.html' title='PASANGAN MAHBUB ILAHI-HASAN BASRI TIDAK LOLOS PILKADA SUMENEP'/><author><name>Madura for Indonesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16105240677414900703</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5217347215872095736.post-3986059938694298787</id><published>2010-04-15T17:52:00.000+07:00</published><updated>2010-04-18T18:26:49.656+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Banggakah Anda menjadi Orang Madura?!</title><content type='html'>&lt;h3 class="post-title"&gt;   &lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;Madura dan Spirit Deng Xiaoping&lt;/span&gt;     &lt;/h3&gt;                      &lt;p&gt;       &lt;/p&gt;Jika mau belajar dari sejarah Kota Shenzhen, pembangunan Madura bukan hal yang tidak mungkin. Sama dengan membayangkan Jembatan Suramadu beberapa tahun lalu sebagai hal yang mustahil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: &lt;strong&gt;Satrijo Prabowo&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MELIHAT wajah Pulau Madura pasca-operasional Jembatan Suramadu mengingatkan saya pada sejarah Kota Shenzhen di Provinsi Guangdong, China. Sekitar 30 tahun silam, kota kecil di seberang Hongkong ini, masih berupa kampung nelayan bernama &lt;em&gt;Baoan County&lt;/em&gt;. Baru tahun 1992-an, kota seluas 2.020 km2, dengan enam kabupaten, yang saat itu berpenduduk 200.000 jiwa menjadi perhatian Deng Xiaoping.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemimpin China ini mengumpulkan para arsitek andal untuk mereformasi kota kering itu menjadi kota tujuan wisata. Hanya melalui pembicaraan selama empat hari, tepatnya tanggal 19-22 Januari, para arsitek berhasil membuat gambaran kasar tentang wajah baru Shenzhen. Hasilnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepuluh tahun kemudian, Shenzhen menjadi kota wisata. Tak kalah dengan Hongkong. Produk Domestik Bruto (PDB) yang tahun 1992 hanya 31,73 miliar yuan melonjak menjadi 190,82 miliar yuan pada 2002. Konsumsi per kapita masyarakat, dari 5.000 yuan menjadi 20.000 yuan. Kampung nelayan itu menjadi kota industri modern, yang tidak saja berpengaruh di China, melainkan dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sediktinya ada 1.000 jenis industri, 34 di antaranya memimpin di China, tujuh di antaranya industri besar berpengaruh di dunia, yang memproduksi perangkat lunak komputer, &lt;em&gt;microelectronic&lt;/em&gt; dan komponen, video, audio dan produk elektro-mekanis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski tak punya keindahan alam, Shenzhen membangun taman-taman kotal. Silakan masuk &lt;em&gt;Window of The World&lt;/em&gt;, tempat wisata seluas 480.000 m2, yang memiliki lansekap dengan lampu indah di malam hari. Anda dapat melihat keindahan Menara Eiffel, Piramid Mesir, Menara Pisa, Taj Mahal dari India, Grand Canyon, bahkan Borobudur yang dibangun dalam duplikasi dengan rasio 1:3.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menarik wisatawan dunia, Shenzhen tidak saja membangun hipermarket raksasa yang memperdagangkan produk merek terkenal melainkan meredesain pasar tradisional. Kalau Anda ingin mengunjungi pasar tradisional yang bersih dengan air selalu bening, sayur segar, buah segar, bahkan ikan segar hidup, di sanalah tempatnya. Shenzhen punya Buji Farm Produksi, pasar peternakan di atas lahan 12 hektare dan luas lantai 20 hektare. Lebih dari 2.000 perusahaan dari 30 provinsi, kota dan daerah otonom di China terlibat dalam transaksi 3.000 jenis produk peternakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;strong&gt;Potensi Madura&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara geografis, Madura punya krakteristik hampir sama dengan &lt;em&gt;Baoan County&lt;/em&gt; sebelum menjadi Shenzhen. Dataran itu juga sebagian besar diisi nelayan. Bedanya, jika &lt;em&gt;Baoan County&lt;/em&gt; di Delta Sungai Pearl, Madura berada di antara Laut Jawa dan Selat Madura. Jika &lt;em&gt;Baoan County&lt;/em&gt; berseberangan dengan Hongkong, Madura berseberangan dengan Surabaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Madura sebelumnya sulit berkembang, itu semata-mata karena transportasi menuju Surabaya dimonopoli oleh satu jenis transportasi, yakni feri. Sampai suatu kali ketika KH Abdurrahman Wahid masih menjabat Ketua Umum PBNU sempat melontarkan joke. Gus Dur, panggilan akrab mantan Presiden RI itu mengungkapkan, ada sesuatu yang menghalangi rasa rindunya pada nahdliyin di Madura. “Perjalanan dari Jakarta ke Madura membutuhkan waktu seperti Jakarta ke Amerika. Yang paling lama, ngantre feri,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pulau Madura menyimpan banyak potensi. Banyak lahan kosong yang tidak produktif untuk pertanian berpotensi dijadikan kawasan pengembangan industri dan kawasan perdagangan. Apalagi, didukung dua pelabuhan besar, Pelabuhan Kamal di Kabupaten Bangkalan dan Pelabuhan Kalianget di Kabupaten Sumenep.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Madura juga dikelilingi kawasan pantai dengan panorama indah yang telah menarik perhatian wisatawan domestik maupun internasional. Sebut saja Pantai Camplong di Kabupaten Sampang, Pantai Tlanakan di Kabupaten Pamekasan, Pantai Lumbang dan Pantai Omben di Kabupaten Sumenep.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut catatan saya, beberapa wisatawan internasional rela membuang dolar untuk mengunjungi Madura melalui Pelabuhan Kalianget. Tidak tangung-tanggung, mereka adalah peserta &lt;em&gt;Cruise Tour&lt;/em&gt;, wisata mengelilingi bahari dengan kapal mewah seharga ribuan dolar, Selain panorama pantai, para turis selalu mengunjungi Kraton Kerajaan Sumenep, Makam Asta Tinggi dan melihat atraksi budaya Kerapan Sapi dan Kontes Sapi Sonok. Mereka selalu membawa menyempatkan membeli suvenir, berupa batik khas Madura.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih banyak potensi lain yang berpeluang menjadi sumber pendapatan negara. Sebut saja tradisi &lt;em&gt;Otok-otok&lt;/em&gt; (arisan persaudaraan khas Madura), tradisi pernikahan, rumah etnik Madura, Tari Topeng, Hisory Arek Lancor, atau peluang wisata kuliner seperti Sate Madura, Soto Madura, Sambal Madura, Rujak Madura, Rujak Culek dll. Souvenir Madura pun sebenarnya tidak cuma batik. Tapi bisa topeng, pecut, udeng Madura, krupuk tenggeng, petis, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Semangat Deng Xiaoping&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjelang Pilpres, belum ada satupun capres dan cawapres yang menaruh perhatian bagaimana membangun Pulau Madura pasca-Jembatan Suramadu. Jika mau belajar dari sejarah Kota Shenzhen, pembangunan Madura bukan hal yang tidak mungkin. Sama dengan membayangkan Jembatan Suramadu beberapa tahun lalu sebagai hal yang mustahil.&lt;br /&gt;Adakah di antara capres dan cawapres mempunyai spirit baja seperti Deng Xiaoping, saat memulai pembangunan Shenzhen. Satu kunci keberhasilannya adalah keberaniannya membuat kebijakan, membagi pembangunan China dalam lima Zona Ekonomi Khusus (&lt;em&gt;Special Economic Zone&lt;/em&gt;), dan menjadikan Shenzhen dalam prioritas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat semestinya memanfaatkan masa promosi calon pemimpin dengan menjadikan pembangunan Madura sebagai nilai tawar politik. Yang terjadi, malah menghabiskan energi membahas misteri raibnya mur dan baut Suramadu. Padahal, jika Madura menjadi agenda bangsa, tidak menutup kemungkinan pembangunannya Madura melejit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski tidak sehebat Shenzhen, setidaknya dalam waktu dekat Pulau Madura bisa mendapingi Surabaya sebagai Kota Indamardi (industri, perdagangan, maritim, dan pendidikan). Dengan begitu masyarakat Madura tidak perlu ke menyeberang ke Surabaya hanya untuk membeli baju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Satrijo Prabowo&lt;/strong&gt;, Mantan wartawan, sering bepergian ke China&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Surya, Kamis, 25 Juni 2009&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5217347215872095736-3986059938694298787?l=cacacolomadurapunya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cacacolomadurapunya.blogspot.com/feeds/3986059938694298787/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cacacolomadurapunya.blogspot.com/2010/04/banggakah-anda-menjadi-orang-madura.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5217347215872095736/posts/default/3986059938694298787'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5217347215872095736/posts/default/3986059938694298787'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cacacolomadurapunya.blogspot.com/2010/04/banggakah-anda-menjadi-orang-madura.html' title='Banggakah Anda menjadi Orang Madura?!'/><author><name>Madura for Indonesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16105240677414900703</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5217347215872095736.post-5876891542373416733</id><published>2010-04-15T00:22:00.000+07:00</published><updated>2010-04-18T18:32:08.353+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Joke Madura'/><title type='text'>Semmot</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_ZI37dO2wkbs/S8X6NHaO-UI/AAAAAAAAAIU/OhhZ7fs7P_8/s1600/asgfse.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 320px; height: 121px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_ZI37dO2wkbs/S8X6NHaO-UI/AAAAAAAAAIU/OhhZ7fs7P_8/s320/asgfse.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5460045226490919234" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5217347215872095736-5876891542373416733?l=cacacolomadurapunya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cacacolomadurapunya.blogspot.com/feeds/5876891542373416733/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cacacolomadurapunya.blogspot.com/2010/04/semmot.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5217347215872095736/posts/default/5876891542373416733'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5217347215872095736/posts/default/5876891542373416733'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cacacolomadurapunya.blogspot.com/2010/04/semmot.html' title='Semmot'/><author><name>Madura for Indonesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16105240677414900703</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_ZI37dO2wkbs/S8X6NHaO-UI/AAAAAAAAAIU/OhhZ7fs7P_8/s72-c/asgfse.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5217347215872095736.post-214248380450091268</id><published>2010-04-14T22:48:00.000+07:00</published><updated>2010-04-18T18:33:12.794+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejarah Madura'/><title type='text'>Apa itu Carok?!</title><content type='html'>&lt;p&gt;Carok dan celurit laksana dua sisi mata uang. Satu sama lain tak bisa  dipisahkan. Hal ini muncul di kalangan orang-orang Madura sejak zaman  penjajahan Belanda abad 18 M. Carok merupakan simbol kesatria dalam  memperjuangkan harga diri (kehormatan).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;PADA zaman Cakraningrat, Joko Tole dan Panembahan Semolo di Madura,  tidak mengenal budaya tersebut. Budaya yang ada waktu itu adalah  membunuh orang secara kesatria dengan menggunakan pedang atau keris.  Senjata celurit mulai muncul pada zaman legenda Pak Sakera. Mandor tebu  dari Pasuruan ini hampir tak pernah meninggalkan celurit setiap pergi ke  kebun untuk mengawasi para pekerja. Celurit bagi Sakera merupakan  simbol perlawanan rakyat jelata. Lantas apa hubungannya dengan  carok?Carok dalam bahasa Kawi kuno artinya perkelahian. Biasanya  melibatkan dua orang atau dua keluarga besar. Bahkan antarpenduduk  sebuah desa di Bangkalan, Sampang, dan Pamekasan. Pemicu dari carok ini  berupa perebutan kedudukan di keraton, perselingkuhan, rebutan tanah,  bisa juga dendam turun-temurun selama bertahun-tahun.Pada abad ke-12 M,  zaman kerajaan Madura saat dipimpin Prabu Cakraningrat dan abad 14 di  bawah pemerintahan Joko Tole, istilah carok belum dikenal. Bahkan pada  masa pemerintahan Penembahan Semolo, putra dari Bindara Saud putra Sunan  Kudus di abad ke-17 M tidak ada istilah carok.Munculnya budaya carok di  pulau Madura bermula pada zaman penjajahan Belanda, yaitu pada abad  ke-18 M. &lt;span id="fullpost"&gt;Setelah Pak Sakerah tertangkap dan dihukum gantung di Pasuruan,  Jawa Timur, orang-orang bawah mulai berani melakukan perlawanan pada  penindas. Senjatanya adalah celurit. Saat itulah timbul keberanian  melakukan perlawanan.Namun, pada masa itu mereka tidak menyadari, kalau  dihasut oleh Belanda. Mereka diadu dengan golongan keluarga Blater  (jagoan) yang menjadi kaki tangan penjajah Belanda, yang juga sesama  bangsa. Karena provokasi Belanda itulah, golongan blater yang seringkali  melakukan carok pada masa itu. Pada saat carok mereka tidak menggunakan  senjata pedang atau keris sebagaimana yang dilakukan masyarakat Madura  zaman dahulu, akan tetapi menggunakan celurit sebagai senjata  andalannya.Senjata celurit ini sengaja diberikan Belanda kepada kaum  blater dengan tujuan merusak citra Pak Sakera sebagai pemilik sah  senjata tersebut. Karena beliau adalah seorang pemberontak dari kalangan  santri dan seorang muslim yang taat menjalankan agama Islam. Celurit  digunakan Sakera sebagai simbol perlawanan rakyat jelata terhadap  penjajah Belanda. Sedangkan bagi Belanda, celurit disimbolkan sebagai  senjata para jagoan dan penjahat.Upaya Belanda tersebut rupanya berhasil  merasuki sebagian masyarakat Madura dan menjadi filsafat hidupnya.  Bahwa kalau ada persoalan, perselingkuhan, perebutan tanah, dan  sebagainya selalu menggunakan kebijakan dengan jalan carok. Alasannya  adalah demi menjunjung harga diri. Istilahnya, daripada putih mata lebih  baik putih tulang. Artinya, lebih baik mati berkalang tanah daripada  menanggung malu.Tidak heran jika terjadi persoalan perselingkuhan dan  perebutan tanah di Madura maupun pada keturunan orang Madura di Jawa dan  Kalimantan selalu diselesaikan dengan jalan carok perorangan maupun  secara massal. Senjata yang digunakan selalu celurit. Begitu pula saat  melakukan aksi kejahatan, juga menggunakan celurit.Kondisi semacam itu  akhirnya, masyarakat Jawa, Kalimantan, Sumatra, Irian Jaya, Sulawesi  mengecap orang Madura suka carok, kasar, sok jagoan, bersuara keras,  suka cerai, tidak tahu sopan santun, dan kalau membunuh orang  menggunakan celurit. Padahal sebenarnya tidak semua masyarakat Madura  demikian.Masyarakat Madura yang memiliki sikap halus, tahu sopan santun,  berkata lembut, tidak suka bercerai, tidak suka bertengkar, tanpa  menggunakan senjata celurit, dan sebagainya adalah dari kalangan  masyarakat santri. Mereka ini keturunan orang-orang yang zaman dahulu  bertujuan melawan penjajah Belanda.Setelah sekian tahun penjajah Belanda  meninggalkan pulau Madura, budaya carok dan menggunakan celurit untuk  menghabisi lawannya masih tetap ada, baik itu di Bangkalan, Sampang,  maupun Pamekasan. Mereka mengira budaya tersebut hasil ciptaan  leluhurnya, tidak menyadari bila hasil rekayasa penjajah Belanda.&lt;br /&gt;http://posmo.wordpress.com/2006/07/21/simbol-perlawanan-rakyat-jelata/&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5217347215872095736-214248380450091268?l=cacacolomadurapunya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cacacolomadurapunya.blogspot.com/feeds/214248380450091268/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cacacolomadurapunya.blogspot.com/2010/04/apa-itu-carok.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5217347215872095736/posts/default/214248380450091268'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5217347215872095736/posts/default/214248380450091268'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cacacolomadurapunya.blogspot.com/2010/04/apa-itu-carok.html' title='Apa itu Carok?!'/><author><name>Madura for Indonesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16105240677414900703</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5217347215872095736.post-7337352941334072757</id><published>2010-03-22T17:17:00.000+07:00</published><updated>2010-04-18T18:33:59.932+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejarah Madura'/><title type='text'>Kerapan Sapi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_ZI37dO2wkbs/S66_IjJ7NdI/AAAAAAAAAC4/Qg1f_F8b9Ks/s1600/Peta+Madura.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_ZI37dO2wkbs/S66_IjJ7NdI/AAAAAAAAAC4/Qg1f_F8b9Ks/s320/Peta+Madura.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5453506352388978130" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;              Tentunya membaca title diatas anda sudah tahu kalau kerapan sapi adalah budaya madura yang telah ada sejah ratusan tahun yang lampau bahkan dunia internasionalpun telah mengetahuinya. Namun tahukah anda sejarah tentang kerapan sapi??? Berikut akan dijelaskan mengapa dan kapan kerapan sapi itu ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;              Kerapan Sapi awal mulanya disebabkan dari kenyataan bahwa tanah madura yang kurang begitu subur dan kurang baik untuk pertanian, sehingga sebagai gantinya orang-orang madura menangkap ikan dan beternak sapi yang sekaligus digunakan untuk bertani khususnya untuk membajak sawah-sawah mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;              Suatu ketika, seorang laki-laki bernama Syeh Ahmad Baidawi yang pertama kali  memperkenalkan cara bercocok tanam dengan menggunakan sepasang bambu yang disebut &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"nanggala atau sagala"&lt;/span&gt; yang ditarik oleh dua ekor sapi. Syeh Ahmad Baidawi adalah seorang penyebar agama islam yang datang ke Madura yang diberi gelar "Pangeran Katandur"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;               &lt;span id="fullpost"&gt; Maksud dan tujuan diadakannya kerapan sapi adalah tidak lain untuk meperoleh sapi-sapi yang kuat untuk membajak sawah. Dengan adanya gagasan semacam inilah kemudian adanya tradisi kerapan sapi. Kegiatan ini rutin diadakan setiap tahunnya khususnya menjelang musim panen telah usai biasanya pada bulan agustus samapai oktober.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;               Dalam kegiatan ini dibagi empat babak, yaitu : Babak pertama, seluruh pasangan sapi diadu kecepatannya untuk memisahkan kelompok menang dan kelompok kalah, dimana kedua kelompok tersebut dapat dipertandingkan lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;               Babak Kedua, Semua sapi yang menang maupun kalah dipertandingkan lagi, Babak ketiga atau semi final, adalah penentuan tiga pasang sapi sebagai pemenang dari kelompok pemenang dan tiga pasang sapi sebagai pemenang dari kelompok kalah. Babak keempat atau babak final untuk menentukan juara I,II, dan III dari kelompok kalah.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5217347215872095736-7337352941334072757?l=cacacolomadurapunya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cacacolomadurapunya.blogspot.com/feeds/7337352941334072757/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cacacolomadurapunya.blogspot.com/2010/03/kerapan-sapi.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5217347215872095736/posts/default/7337352941334072757'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5217347215872095736/posts/default/7337352941334072757'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cacacolomadurapunya.blogspot.com/2010/03/kerapan-sapi.html' title='Kerapan Sapi'/><author><name>Madura for Indonesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16105240677414900703</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_ZI37dO2wkbs/S66_IjJ7NdI/AAAAAAAAAC4/Qg1f_F8b9Ks/s72-c/Peta+Madura.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5217347215872095736.post-2252014287240419804</id><published>2010-03-21T22:59:00.000+07:00</published><updated>2010-04-18T19:54:10.180+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejarah Madura'/><title type='text'>Sejarah Pulau Madura</title><content type='html'>Menurut Cerita Purbakala (antara tahun 78) datanglah Adji Saka dari negeri Campa yang memperkenalkan kebudayaaan hindu ke pulau Jawa dan Madura. Pada saat itu pula dimulailah perhitungan tahun Saka dan memperkenalkan huruf :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;hanacaraka,&lt;br /&gt;data sawala,&lt;br /&gt;padadjajanja,&lt;br /&gt;magabatanga,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang artinya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;dua orang pengikut Adji Saka&lt;br /&gt;tersentuh dalam perkelahian,&lt;br /&gt;sama-sama menunjukkan kekuatan,&lt;br /&gt;mereka hancur lebur menjadi bangkai.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Dengan demikian setahap demi setahap kebudayaaan hindu mulai tersebar dan menurut cerita, Orang Jawa dan Madura mulai diperkenalakan dengan ajaran baru dengan adanya kepercayaan terhadap :&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;-Brahma&lt;br /&gt;-Siwa&lt;br /&gt;-Wisnu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   Beberapa abad kemudian, diceritakan bahwa ada suatu negara yang disebut &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Mendangkamulan&lt;/span&gt; dengan Rajanya yang bernama &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sanghyangtunggal&lt;/span&gt;. Saat itu pulau Madura merupakan pulau yang terpecah belah, yang nampak hanya gunung Geger di kabupaten bangkalan dan Gunung Pajudan di kabupaten Sumenep. Di ceritakan bahwa Raja Sanghyangtunggal mempunyai anak yang bernama &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bindoro Gung&lt;/span&gt;. Pada suatu waktu anak itu hamil dan diketahui oleh ayahnya. &lt;span id="fullpost"&gt;beberapa kali ayahnya menanyakan namun anaknya tidak tahu yang menyebabkan dia hamil. Pada Saat itu Raja sangat marah dan dipanggillah patihnya yang bernama &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pranggulang&lt;/span&gt; untuk membunuh anaknya.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Selama pepatih itu tidak dapat membuktikan bahwa anak itu sudah dibunuh, ia tidak boleh kembali ke kerajaan. Patih Pranggulang menyanggupinya dan ia membawa anak raja itu ke hutan. Sesampainya dihutan Pranngulang mulai menghunus pedangnya dan mengayunkannya keleher gadis itu. Tetapi sebelum pedang tersebut sampai kelehernya pedang itu jatuh ketanah, dan kejadian itu terjadi berulang kali, sampai akhirnya dia yakin bahwa hamilnya Bendoro Gung bukan karena hasil perbuatannya sendiri.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Oleh karena itu ia tidak melanjutkan perbuatannya itu, tetapi ia memiilih untuk tidak kembali kekerajaan. Pada saat itu pula ia mengganti namanya dengan sebutan Kiyai Poleng. Ia lalu membuat serangkaian kayu dan menghanyutkan gadis itu ke Pulau "Maduoro". inilah asal nama pulau madura. Sebelum berangkat kiyai Poleng berpesan kepada Bendoro Gung, jika ada keperluan apa-apa, supaya ia memukulkan kakinya diatas tanah dan pada saat itu kiyai Poleng akan datang untuk membantunya. Selanjutnya rakit itu berlayar menuju Maduoro dan terdampar di Gunung Geger.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Lahirnya Raden Sagoro&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada Suatu Saat si gadis hamil itu merasa perutnya sakit dan dengan segera ia memanggil kiyai Poleng. Tidak lama kemudian Kiyai Poleng datang dan ia mengatakan bahwa Bendoro Gung akan melahirkan. Tak lama lahirlah seorang anak laki-laki yang roman mukanya tampan dan diberi nama " Raden Sagoro " (sagoro=laut). Dengan demikian ibu dan anaknya yang bernama raden sagoro menjadi penduduk pertama di Pulau Madura.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;perahu-perahu yang berlayar di sekitar pulau madura sering melihat adanya cahaya yang terang di tempat Raden sagoro tinggal, dan seringkali perahu-perahu tersebut berlabuh dan mengadakan selamatan di tempat itu. Dengan demikian tempat itu semakin lama semakin ramai karena sering kedatangan tamu terutama yang niatnya dapat terkabul untuk kepentingan pribadinya. Selain itu para pengunjung memberikan hadiah-hadiah kepada Ibu dari Raden Sagoro maupun kepada Raden Sagoro itu sendiri.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Setelah Raden Sagoro mencapai umur 3 tahun ia sering bermain api ditepi lautan dan pada suatu hari datanglah dua ekor ular naga yang sangat besar mendekati dia. Dengan ketakutan ia lari dan menjumpai ibunya dan mennceritakan semua yang dia alami. Ibunya merasa ketakuatan dan saat itu pula ia memanggil Kiyai Poleng dan pada saat itu pula ia menceritakannya. Kiyai Poleng lalu mengajak Raden Sagoro pergi ketepi pantai.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Pada saat itu memang benar datanglah dua ekor ular raksaasa dan Kiyai Poleng menyuruh Raden Sagoro supaya kedua ekor ular itu didekati dan ditanggakap lalu dibanting ke tanah. setelah melaksanakan perintah itu kedua ekor ular berubah menjadi dua buah tombak. Tombak itu kemudian diberi nama Nenggolo dan Aluquro. Kiyai poleng berpesan bahwa tombak bernama Aluquro disimpan di rumah dan tombak Nenggolo dibawah ketika berperang.&lt;br /&gt;Diceritakan selanjutnya, menurut kepercayaan orang, dua buah tomabk tadi pada akhirnya sampai ketangan Pangeran Demang Palakaran, Raja Arosbaya. karena itu sampai saat ini kedua tombak tersebut menjadi Pusaka Bangkalan.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5217347215872095736-2252014287240419804?l=cacacolomadurapunya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cacacolomadurapunya.blogspot.com/feeds/2252014287240419804/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cacacolomadurapunya.blogspot.com/2010/03/sejarah-pulau-madura.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5217347215872095736/posts/default/2252014287240419804'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5217347215872095736/posts/default/2252014287240419804'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cacacolomadurapunya.blogspot.com/2010/03/sejarah-pulau-madura.html' title='Sejarah Pulau Madura'/><author><name>Madura for Indonesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16105240677414900703</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry></feed>
